Technical and Fundamental.. Which is the best?

Fundamental_Analysis                     technical

Ini tema pertama saya dalam menulis sebuah blog investasi, jadi kalau terjadi kesalahan mohon dimengerti ya maklum pengalaman mengelola saham aja ga nyampe setengah tahun.. hehe. Dalam dunia pasar modal ada dua jenis menganalisa saham yang paling tidak asing didengar oleh para investor maupun trader, apalagi kalau bukan Technical Analysis dan Fundamental Analysis. Nah dua pendekatan tersebut sangat diperbincangkan di koran maupun televisi oleh para analis, namun mana yang paling jitu untuk digunakan sebagai alat untuk menganalisa?

Mungkin para blogger sudah pada tahu ya dua pendekatan tersebut tetapi tak ada salahnya saya mengulas lagi pendekatan tersebut yahh mungkin ada newbie yang membaca seperti saya hehe. Technical Analysis adalah pendekatan oleh para trader,analis, maupun investor untuk membaca pergerakan harga saham melalui grafik sedangkan Fundamental Analysis pendekatan yang digunakan para trader,analis, maupun investor melalui sisi fundamental perusahaan seperti ikhtisar keuangannya,compatitive advantage(baca:daya saing),dan hal hal yang berkaitan terhadap perusahaan tersebut. Namun mungkin anda berpikir mana cara menganalisa yang paling baik diantara kedua hal tersebut? Apakah Fundamental atau Technical? Yap mari kita ulas sama sama.

Kalau dari segi kesuksesan para investor dan trader mengaplikasikan dua pendekatan ini sama sama memiliki kesuksesan yang setimpal, lihat saja orang orang technical seperti George Soros, Ray Dalio, Nicolas Darvas sampai Jesse Livermore(walaupun berakhir tragis hehe). Begitu juga orang orang fundamental seperti Warren Buffet(siapa yang ga tau?), Charlie Munger, Bill Ruane, Walter Schloss dan masih banyak lagi. Nah kalau dua duanya bisa membawa kesuksesan terus mengapa tidak disatukan saja biar lebih sukses? Hal itu sangat bertentangan yang jelas tetapi sebagai seorang investor/trader saya akan memberi tanggapan terhadap dua hal tersebut.

Saya akan memberikan sebuah perumpamaan terhadap kedua pendekatan tersebut. Sebagai seorang yang sedang semangat semangat mencari cinta(maklum belum nikah hehe), saya akan menjelaskan sebagai seorang jombloers untuk mendeskripsikan dua hal tersebut. Analisis Teknikal ibarat seperti berpacaran dengan seorang wanita dari sosmed dan berhubungan dengannya lewat chat maupun skype tanpa mengetahui secara langsung siapa dia itu walaupun itu tetap menyenangkan. Analisis Fundamental ibarat seperti seorang lelaki datang kepada wanita tersebut dan berkencan secara langsung disuatu tempat sambil mengobrol dan melihat raut mukanya secara langsung tetapi ekspresi grogi maupun salting(baca:salah tingkah) anda terlihat didepannya. Dan sekarang tipe manakah anda? Jujur kedua perumpaan tersebut sama sama menyenangkan seperti ketika kita berhubungan lewat line, blackberry, snapchat, dsb memiliki kesenangan tersendiri karena raut wajah kita tidak terlihat dan obrolan biasanya lebih lepas. Begitu juga dengan berpacaran langsung kita bisa mengetahui pribadi pacar anda tanpa emoticon sedikitpun. Lalu yang mana yang lebih baik?

Dilihat dari segi kesulitan kedua pendekatan tersebut bisa dibilang Analisis Fundamental lebih sulit(terutama orang yang males terhadap hitungan hoho) tetapi tidak sesulit itu juga jika dipelajari lebih dalam beserta kemauan yang kuat. Analsis Teknikal lebih mengutamakan chart sebagai tolak ukur kesuksesan berinvestasi tanpa harus melihat fundamental perusahaan tersebut seperti apa bentuknya. “Ahh kalau saya mah yang gampang gampang aja deh toh imbal hasilnya juga sama aja, saya pake Analisis Teknikal aja dehh”, tetapi kekurangannya jelas kita tidak bisa mengetahui prospek jangka panjang perusahaan itu kedepan dan sangat tidak cocok untuk diaplikasikan untuk investor jangka panjang. Tetapi pendekatan ini sangat cocok untuk para trader yang berinvestasi dalam kurun waktu bulanan. Sedangkan Analisis fundamental sangat cocok dipakai untuk investor jangka panjang maupun jangka pendek karena performa perusahaan benar benar terbaca secara jelas lewat laporan keuangan, berita, dan public expose. Terus yang mana yang bisa bikin imbal hasil paling besar?

Keduanya bisa menghasilkan ROI(baca:imbal hasil/return on investment) yang tinggi jika digunakan secara baik dan benar. Jika anda sudah mempelajari Analisis Teknikal dan sudah pintar dibidang tersebut anda pasti akan mendapatkan imbal hasil yang optimal begitu juga dengan Analisis Fundamental. Penulis sendiri sebenarnya menggunakan Analisis Fundamental sebagai landasan dalam pemilihan saham. Kenapa? Menurut alasan penulis, Analisis Fundamental itu jauh lebih jelas dan terjauhi dari ketidakjelasan dalam berinvestasi karena semua yang dipaparkan perusahaan sudah jelas adanya tanpa rekayasa karena dalam menerbitkan laporan keuangan maupun public expose sudah disaksikan oleh pihak BEI maupun OJK secara langsung. Sedangkan fluktuasi pasar bisa digerakan oleh market maupun bandar untuk mengotak atik harga saham yang terpapar di grafik yang menjadi suatu kelemahan tersendiri bagi seorang Analis Teknikal untuk mengintrepetasikan harga saham mau dibawa kemana. Jika kita memeriksa perusahaan ini secara langsung maka kita sudah menghindar dari perusahaan tersebut dikarenakan fundamentalnya tidak beres seperti skandal perusahaan, imbal hasil perusahaan tidak naik naik, dll. Jangan seperti membeli kucing dalam karung, jika kita membeli barang toh kita harus periksa spek barang tersebutkan bagus atau tidaknya, iya kan? Tetapi memang Analisis Teknikal cocok digunakan para investor ritel maupun trader yang menginginkan hasil yang cepat. Berbeda dengan Analsis Fundamental yang membutuhkan jangka waktu yang panjang dalam berinvestasi, tetapi penulis sendiri pun menggunakan pendekatan ini juga dalam kurun waktu yang singkat (1 bulan-3 bulan). Tetapi memang jika rentang waktu yang diberikan untuk berinvestasi makin panjang maka uang yang didapat otomatis makin besar jika pemilihan perusahaannya tepat. Secara implementasinya memang disesuaikan siapakah kita dan situasi kita, jika income satu satunya kita hanya dari bermain saham saja otomatis rentang waktu singkat sangat dibutuhkan. Berbeda dengan orang yang memiliki pekerjaan lain atau investor institusi yang harus diberi Holding Period jika ingin membeli perusahaan dalam jangka waktu lama. Itu semua tergantung kita masing masing bagaimana cara menggunakan pendekatan tersebut secara baik dan benar.

Intinya dari semua pembahasan yang sudah diberikan adalah pendekatan manapun yang anda ingin pakai harus digunakan secara baik dan benar, jika sudah dilakukan dengan baik dan benar maka yang kita dapatkan akan memuaskan. Kalau penulis sendiri lebih memilih Fundamental Analysis, mengapa? Coba kayaan mana Warren Buffet sama George Soros? hehe.. Sekian blog dari saya silakan mengapresiasi isi blog ini.

Pendekatan apa yang anda gunakan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s